Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

Nasehat Pernikahan

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita

2. KETIKA MELAMAR

Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis

3. KETIKA AKAD NIKAH

Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka

5. SEJAK MALAM PERTAMA

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA

Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK

Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK

Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK

Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami & isteri

11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12. KETIKA MENDIDIK ANAK

Jadilah teladan yang baik bagi anak-anak dalam kehidupan rumah tangga

13. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI

Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda

14. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI

Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan. Orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak

15. KETIKA ANAK BERMASALAH

Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16. KETIKA ADA PIL (PRIA IDAMAN LAIN)

Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17. KETIKA ADA WIL (WANITA IDAMAN LAIN)

Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA

Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS

Gunakanlah formula 7 K (1 Ketaqwaan 2 Kasih sayang 3 Kesetiaan 4 Komunikasi dialogis 5 Keterbukaan 6 Kejujuran 7 Kesabaran)

Semoga kita semua adalah Keluarga yang harmonis dalam naungan Ridho-Nya...

Aamiin ..
Read More ->>

Kamis, 07 November 2013

Berlindung dari Sifat Kikir

Bukan maksud untuk menggurui, cuma sekedar berbagi,
Kemarin, tepatnya tanggal 07 November 2013. Saya mendapatkan e-mail masuk dari saudara yang berisikan renungan kalbu. Setelah dibaca dan dicermati, cerita ini sering dijumpai dalam keseharian kita. Dari pada saya lama berbicara, mending langsung saja dibaca kisahnya,
Rasulullah selalu memohon kepada Allah agar terlindung dari sifat pengecut dan kikir. “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir…!” Itulah kalimat yang terucap oleh Rasulullah Saw dalam doanya kepada Allah Ta’ala. (HR. Bukhari & Muslim)

Seseorang yang sadar dan membutuhkan rahmat Tuhannya, akan senantiasa berlindung dari sifat kikir. Sebab sifat tersebut amat merugikan bahkan membinasakan manusia.

Sedikitnya ada tiga kerugian yang akan dialami manusia saat dirinya dikuasai sifat kikir atau pelit, dan hal itu tidak memberikan keuntungan sedikitpun baginya.

Pertama, ia akan jauh dari Allah Swt, yang berarti tidak akan mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya.
Kedua, ia akan jauh dari manusia, sebab tidak seorang pun yang suka bergaul dengan manusia kikir.
Ketiga, berpeluang masuk ke dalam neraka, sebab hidupnya tiada lagi berarti.

Di mata Allah Swt ia hina dan bagi manusia ia dianggap sebagai lawan. (Al hadits)

Inilah sebuah kisah dari negeri antah berantah, menggambarkan bagaimana seorang yang bersifat kikir akan dibenci manusia.

Pagi itu istana raja digemparkan oleh sebuah masalah. Masalah yang amat memalukan dan membuat muak banyak manusia.

Diawali dengan kedatangan seorang pria. Pria ini terkenal dengan sifatnya yang amat kikir lagi tamak. Ia datang pagi-pagi sekali untuk mengadukan sebuah masalah.

“Paduka raja…, aku datang hendak mengadukan sesuatu padamu. Sebagai pimpinan negeri, kiranya kau berhak memutuskan dengan adil!” Pria kikir itu memulai pembicaraan.

“Silahkan utarakan apa yang kau inginkan, wahai pria!” sambut raja dengan suara berwibawa.

“Saya adalah seorang yang hidup berkecukupan. Aku mulai hidup dari ketiadaan. Sebab aku berjuang keras, maka akhirnya aku pun banyak memiliki harta. Sebagaimana paduka tahu bahwa tidak mudah untuk hidup sebagai manusia. Segalanya harus dengan biaya dan ada harganya.” Pria kikir itu mengutarakan.

“Teruskan….!” Paduka mempersilakan.
Aku memiliki tetangga yang tinggal di sebelah rumah. Mereka adalah dua anak yatim yang telah lama ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.

Sejak orang tua mereka meninggal, tiada seorang pun yang berkenan menjamin hidup mereka. Hingga badan mereka kurus kering bagai tulang berbalut kulit saja.” kata pria itu lagi

Dua bulan terakhir, aku dapati tubuh mereka bertambah gemuk. Aku coba menyelidiki. Tiada hal yang pasti mereka makan setiap hari. Aku pun berkesimpulan bahwa mereka menjadi gemuk sebab mencium aroma masakan dari rumahku.

Menurutku, ini adalah sebuah bentuk pencurian. Kalau saja, tidak ada aroma masakan dari rumahku, tentulah badan mereka tidak menjadi gemuk” imbuhnya.

Paduka raja mengernyitkan mata tanda mencibir. Beliau dan seluruh orang yang mendengarkan penuturan pria kikir ini menjadi muak. Namun paduka raja mencoba untuk menguasai diri.
Ia bertanya, “Lalu apa yang hendak engkau sampaikan…?!”
“Aku hendak meminta ganti rugi sebesar 1.000 dinar kepada dua anak yatim itu, wahai paduka raja! Atau jika mereka tak mampu, keduanya akan aku jadikan budak dan kemudian aku jual di pasar!” Pria kikir itu berkata lantang tanpa surut.

Paduka raja bingung menyikapi hal ini. Ia meminta pendapat seluruh menteri yang ada untuk memberikan masukan atas keputusan yang akan ia buat. Namun, semua menteri terdiam. Mereka juga bingung dan tak memiliki sikap atas kasus ini.

Sungguh, mereka semua merasa benci terhadap pria kikir ini. Namun, mereka sendiri tidak mengerti hendak berkata apa? Semua berdiam diri tak bergeming, hingga terdengarlah suara seorang pria yang tiada lain adalah seorang penjaga istana.

“Paduka…, izinkan saya untuk berbicara memberi pendapat!” kata penjaga istana. “Silahkan saja…!” raja menukas.

“Menurutku, pria yang mengadukan masalahnya ini adalah benar adanya. Ia berhak menuntut ganti rugi sebesar 1.000 dinar tersebut dari kedua anak yatim yang ia ceritakan.
Bila keduanya tidak mau dijadikan budak kemudian dijual oleh pria ini, maka kiranya paduka raja berkenan untuk meminjamkannya terlebih dahulu dan izinkan aku untuk melakukan pembayaran.” pria itu menjelaskan.
Paduka raja masih belum mengerti maksud penjaga istananya.

Semburat kebingungan terbias dari raut wajah beliau. Namun, beliau terpaksa mengiyakan pendapat penjaga istana saat beliau melihat kerlingan mata darinya tanda ada sebuah konspirasi yang hendak dibangun.

Paduka raja kemudian berkata, “Baiklah, aku akan pinjamkan uang sebanyak 1.000 dinar itu pada kedua anak yatim tersebut.” Alangkah gembiranya hati si pria kikir saat mendengar bahwa gugatannya dimenangkan. Terbayang dibenaknya bahwa sebentar lagi ia akan menerima uang sebanyak itu.

“Izinkan aku untuk menghadirkan kedua anak yatim itu, wahai paduka!” penjaga istana berkata sekali lagi.

Beberapa orang pengawal kemudian diperintah untuk menjemput kedua anak yatim yang dimaksud. Sesampainya di istana maka mereka pun didudukkan di kursi pesakitan. Warna wajah mereka memerah ketika semua orang di istana melemparkan pandangan penuh tuduhan kepada mereka.

Ruang di depan mahligai raja rupanya telah dibagi dua. Terpisah oleh sebuah tabir tipis transparan yang telah disiapkan. Pria kikir di tempatkan di sebelah kiri tabir, sementara kedua anak yatim di sebelah kanan.

Penjaga istana lalu berdiri menghampiri raja. Ia bermaksud mengambil uang pinjaman sejumlah 1.000 dinar yang raja janjikan. Paduka pun lalu memberikannya.
Penjaga istana kemudian berkata,
“Wahai anak-anakku…., dengan kemurahan hati Paduka Raja meminjamkan uang sebesar 1.000 dinar kepada kalian. Uang ini dipinjamkan, sebab bapak ini mengadukan bahwa kalian telah mencuri aroma makanan yang berasal dari rumahnya.

Karena aroma masakan itu, kalian menjadi gemuk. Ia menuntut ganti rugi sebesar 1.000 dinar atau kalau tidak kalian akan dijual sebagai budak!”

Kedua yatim itu terkejut mendengarnya, namun mereka tidak bisa berkata apapun. Penjaga istana menambahkan, “Nah… sebelum uang ini diberikan kepada bapak itu… kalian harus terlebih dahulu menghitung uang dinar ini. Bapak yang ada di sebelah tabir pun boleh melihat dari balik tabir dan menghitung kebenaran jumlahnya.
Sekarang…, mulailah melakukan penghitungan!” “Satu… dua… tiga… empat puluh lima…. seratus delapan puluh satu….tujuh ratus sembilan puluh dua…. sembilan ratus sembilan puluh sembilan…. dan seribu!” kedua anak yatim itu merampungkan hitungan dan diikuti pria kikir di balik tabir.

Pria kikir itu tersenyum bahagia. Ia senang dan membayangkan bahwa ia akan mendapatkan uang sebanyak itu sebentar lagi.

Kemudian penjaga istana yang bertindak sebagai hakim meminta kembali uang itu dari kedua yatim tadi. Namun setelah uang itu ia terima, ia tidak menyerahkannya kepada pria kikir yang berdiri penuh harap.

Uang itu malah dikembalikan kepada raja, dan penjaga istana itu berkata kepada raja, “Masalah telah selesai wahai paduka dan setiap pihak sudah mendapatkan haknya!”

Raja tersenyum. Ia tahu bahwa penjaga istana sedang membuat trik demi mengecoh emosi pria kikir tadi.
Benar saja…., demi melihat uang dikembalikan dan mendengar apa yang baru diucapkan oleh penjaga istana, si manusia kikir langsung berteriak, “Wahai paduka, mana uang itu… mengapa tidak diberikan langsung kepadaku?!”

Penjaga istana berkata dengan nada bijak, “Bukankah engkau telah turut menghitungnya sehingga engkau merasa senang bahkan tersenyum saat penghitungan dilakukan? Engkau telah mendapatkan hakmu karena engkau telah merasa senang. Itu sama halnya dengan apa yang diterima oleh kedua yatim tersebut.

Mereka menjadi gemuk sebab mereka senang karena telah mencium aroma masakan yang berasal dari rumahmu. Nah… sekarang pulanglah kalian semua. Masalah kalian telah kami selesaikan!”

Semua orang yang hadir di istana baru mengerti apa yang dimaksud penjaga istana selama ini. Sorak-sorai riuh rendah terdengar bergemuruh dalam istana raja siang itu. Semuanya senang sebab kekikiran telah dikalahkan.

Sementara pria kikir tadi berjalan pulang meninggalkan istana dengan penuh rasa malu dan penyesalan.

Demikianlah sekelumit hikmah yang menyatakan bahwa sifat kikir tiada memberi keuntungan apapun bagi pemiliknya.

Karenanya, mohonkanlah perlindungan kepada Allah Swt agar senantiasa diri kita dijaga dari sifat tercela ini.

Terakhir, Allah Swt berpesan untuk kita semua hamba-Nya: “Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At-Taghaabun, 64:16)
Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam penulisan. Terima kasih banyak buat saudaraku atas kiriman ini semoga menjadi manfaat buat kita semua. Amin amin ya robbal alamin..
Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan.
Read More ->>

Jumat, 01 November 2013

Inilah Kelemahan Wanita Yang Sangat Fatal

Kaum 'feminis' bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
4. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
5. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
6. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
7. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA".

Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

2.Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal dunia karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan terhadap! 4 wanita, yaitu: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung-jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita!!

KELEMAHAN WANITA ITU ADALAH:
"Wanita selalu lupa betapa berharga dirinya"

Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan.
Read More ->>

Rabu, 10 Oktober 2012

Bila Al - Qur'an Bisa Bicara


Waktu engkau masih kanak - kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan Wudhu aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun mencium mesraaaaa sekali  !!

Sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah ?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja ???

Sekarang aku kau simpan rapi sekali, hingga kadang kau lupa menyimpannya.
Aku sudah kau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
kadang kala aku dijadikan sebagai maskawin agar engkau dianggap berTAQWA.,
Atau kau buat aku sebagai penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini…. aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan sendirian dalam kesepian
Diatas lemari, didalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu, pagi - pagi. surah - surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.
Sore harinya aku kau baca beramai - ramai bersama teman - temanmu disurau
Sekarang, pagi - pagi sambil minum kopi
Engkau baca KORAN pagi atau nonton berita TV.
Waktu senggang, engkau sempatkan membaca buku novel, buku-buku yang dikarang manusia.
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah yang maha perkasa.
engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan..!!!

Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka surah-surahku ( BISMILLAH)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi. rock, pop bahkan dangdut
Tidak ada kaset yang berisi ayat - ayat Allah yang terdapat padaku dilaci mobilmu.
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu..             
Aku tau kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan Ayat - ayatku..
Dimeja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai bekerja.
Dikomputermu pun kau putar musik favoritmu, jarang sekali kau putar ayat - ayatku melantun..
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kadang kau abaikan.

Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV, nonton film, musik, sinetron.
Menononton  BOLA, liga inggris, liga italia, liga spanyol, atau champions..
Didepan komputer berjam-jam engkau betah duduk.
hanya sekedar melihat gambar sampah.

Waktupun cepat berlalu, aku semakin kusam dalam lemari.
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu.

Seingatku hanya awal Romadhon kau membacaku kembali.
Itupun hanya beberapa lembar.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu.
Engkaupun kini terbata - bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku,
Apakah Koran , TV, Radio, Komputer  yang dapat memberimu pertolongan ?

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu,
Setiap saat berlalu, berkuranglah jatah umurmu
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu.
Engkau  bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu - waktu,
apabila malaikat maut menjemputmu.

Bila engkau dikubur, engkau akan diperiksa oleh para Malaikat suruhan Allah
Bila Aku engkau baca selalu dan engkau hayati, dikuburmu nanti
Aku akan datang sebagai pemuda yang gagah nan Tampan
Yang akan membantu engkau membela diri , menerangimu
Bukan Koran yang kau baca yang akan membantumu ,
Tapi Akulah “ AL-QUR’AN ” KITAB SUCIMU
Yang senantiasa setia menemanimu  dan melindungimu

Peganglah Aku lagi, Bacalah aku lagi setiap hari,
Karena Ayat - ayat yang ada padaku adalah ayat suci..
Yang berasal dari ALLAH yang maha mengetahui, yang disampaikan oleh JIBRIL

Kepada Muhammad Rosulullah, agar engkau senantiasa mengingat TUHANMU.


Hidup ini indah, Jika kita bisa saling berbagi, Walaupun hanya sebuah tulisan

Read More ->>

Senin, 06 Agustus 2012

10 Hal Yang menyebabkan Do'a Tidak Dikabulkan

وَقَالَ رَبُّكُـمْ ادْعُونِى أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَخِرِينَ (QS Al-Mu'min : 60)

Dan Tuhanmu berfirman: " Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdo'a) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina ". (QS Al-Mu'min : 60)

Ayat diatas adalah janji Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang beriman dan beramal sholeh, bahwa Allah SWT akan mengabulkan do'a-do'a mereka. Tentunya dengan syarat bahwa orang tersebut ialah seorang hamba yang memenuhi hak-hak Allah SWT dan senantiasa ta'at dan berserah diri kepada Allah SWT.
Para sahabat pernah bertanya kepada baginda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya kami berdo'a kepadaNya, tetapi Ia tidak mengabulkannya". Maka Rasulullah menjawab, "Karena hati kalian telah mati yang disebabkan oleh sepuluh perkara : 
1. Kalian mengenal Allah, tetapi kalian tidak menunaikan hak-hakNya,
2. Kalian membaca Al-Qur'an, tetapi kalian tidak mengamalkannya,
3. Kalian mengaku memusuhi setan, tetapi kalian mengikutinya,
4. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi kalian tinggalkan sunah-sunahnya,
5. Kalian mengaku cinta surga, tetapi kalian tidak berbuat untuknya,
6. Kalian mengaku takut kepada neraka, tetapi kalian tidak berhenti berbuat dosa,
7. Kalian mengaku kematian itu ada, tetapi kalian tidak pernah bersiap-siap menghadapinya,
8. Kalian sibuk mencari aib orang lain, tetapi kalian tidak menghiraukan aib sendiri,
9. Kalian memakan rizki Allah, tetapi kalian lupa mensyukurinya,
10. Kalian mengubur orang mati, tetapi kalian tidak mengambil perlajaran darinya.

Demikianlah hal-hal yang menyebabkan do'a tidak diijabah oleh Allah SWT. Semoga kita senantiasa berusaha menghidupkan hati ini agar beramal sholeh, mentaati semua perintah-perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Semoga Allah SWT memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat, amin ya robbal alamin.

Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan
Read More ->>

Kamis, 02 Agustus 2012

8 Golongan Yang Berhak Menerima Zakat

Berdasarkan pada surat At Taubah ayat 60 tentang orang yang berhak menerima zakat, yaitu :



إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ
قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


"... Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah bagi fakir miskin, para amil, para muallaf yang dibujuk hatinya, mereka yang diperhamba, orang-orang yang berutang, yang berjuang di jalan Allah, dan orang kehabisan bekal di perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."




Jadi berdasarkan firman Allah Swt tersebut, terdapat 8 golongan yang berhak menerima zakat :


1. FAKIR

Fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta ataupun pekerjaan atau mempunyai harta / pekerjaan namun hartanya atau hasil kerjanya tidak bisa mencukupi keperluan hidup sehari-hari bahkan jika dinominalkan, harta yang dihasilkan kurang dari setengahnya dari kebutuhan harian.
Misalny : dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, kita membutuhkan Rp. 10.000. Orang dikatakan faqir jika dalam sehari hanya bisa mendapatkan uang kurang dari Rp. 5.000 saja.

2. MISKIN
Sedangkan miskin sedikit lebih tinggi derajatnya dari fakir. Orang miskin bisa mendapatkan penghasilan dari kerjanya lebih dari setengah kebutuhan harian, namun tetap tidak bisa mencapai kebutuhan standar. Jika kebutuhan standar Rp. 10.000, maka orang miskin bisa menghasilkan uang lebih dari Rp. 5.000 dari mata pencahariannya, namun masih di bawah Rp. 10.000.
Adapun ayah / ibu atau kakek / nenek kita yang tidak punya harta / penghasilan maka kebutuhannya merupakan tanggung jawab kita dan mereka tidak bisa disebut fakir miskin. Artinya jika kita ditakdirkan punya harta, sedangkan kakek kita sendiri tidak punya harta, maka kita tidak boleh berzakat kepadanya, karena memberikan penghidupan untuk sekedar kebutuhan sehari-hari merupakan tanggung jawab kita. Begitu juga jika ada orang yang lebih mengutamakan ibadah sunat atau mempelajari ilmu-ilmu yang sunat sehingga terhalang untuk melakukan kasab, maka mereka tidak bisa disebut fakir miskin, kecuali jika mereka mengejar ilmu yang wajib hukumnya sehingga tidak bisa melakukan kasab,  maka mereka bisa disebut fakir miskin.

3. AMIL ZAKAT
Amil terbagi 4 bagian, yakni :

    • Amil Kisa'i, yakni orang yang bertugas memungut harta zakat dari pemberi zakat/muzakki.
    • Amil Katib, yaitu orang yang bertugas sebagai pencatat masuk keluar harta zakat.
    • Amil Qosim, yaitu orang yang bertugas membagikan harta zakat kepada mustahiqnya.
    • Amil Hasyir, adalah orang yang bertugas mengumpulkan orang-orang yang akan berzakat.

4. MUALLAF

Muallaf dalam berbagai referensi terbagi dalam beberapa macam golongan, diantaranya
~ Orang yang baru masuk Islam dan masih lemah keyakinannya.
~ Orang yang masuk Islam dan mempunyai keyakinan yang kuat namun masih mempunyai posisi yang mulia di kalangan kaum kafir.
~ Orang yang dekat dengan kaum kafir dan dikhawatirkan terpengaruh kejahatan mereka.
~ Orang yang dekat dengan mereka yang anti zakat dan dikhawatirkan akan terpengaruh faham mereka.

Sebagian besar orang biasanya mengartikan muallaf sebagai orang yang baru masuk islam.

5. MEMERDEKAKAN BUDAK BELIAN
Ada beberapa cara untuk memerdekakan budak, diantaranya yaitu :
a. Menolong hamba mukatab, yaitu budak yang memiliki perjanjian dengan tuannya,
Misalnya : ia sanggup menghasilkan harta dengan nilai dan ukuran tertentu, maka dia dibebaskan
b. Seseorang dengan harta zakatnya membeli seorang budak kemudian membebaskannya. Maka majikan itu berhak menerima zakat untuk menebus kemerdekaan sang budak (hamba sahaya) bukan si hamba yang menerima zakat melainkan majikannya.

6. GHARIMUN
Yang termasuk golongan ghorim adalah :
~ Mereka yang mempunyai utang dengan syarat utang tersebut tidak dipakai untuk hal-hal yang haram dan mereka tak mampu membayarnya dengan cara apapun.
~ Orang yang berutang demi membereskan suatu masalah di antara 2 golongan yang bertikai dengan tujuan agar tidak terjadi fitnah.
~ Orang yang berutang karena menjaminkan sesuatu / menggadaikan.

7. MUJAHIDIN / SABILILLAH
Mujahidin / Sabilillah merupakan orang yang berjihad di jalan Allah. Didalam Al-Quran digambarkan sasaran zakat yang ketujuh ini dengan firman-Nya :" Di jalan Allah ". Sabil berarti jalan. Jadi sabilillah artinya jalan yang menyampaikan pada ridha Allah, baik akidah maupun perbuatan. Sabilillah adalah kalimat yang bersifat umum, mencakup segala amal perbuatan ikhlas, yang digunakan untuk bertakkarub kepada Allah, dengan melaksanakan segala perbuatan wajib, sunat dan bermacam kebajikan lainnya.

8. IBNU SABIL
Ibnu sabil atau musafir, yaitu orang yang melakukan perjalanan dari suatu daerah ke daerah lain dengan syarat perjalanannya tidak untuk maksiat. Menurut pendapat beberapa ulama, ibnu sabil mempunyai hak zakat, walaupun ia kaya, jika ia terputus bekalnya (kehabisan bekal).
Read More ->>

Kamis, 05 Juli 2012

Rahasia Kematian

Kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi dan akan menimpa kepada setiap yang berjiwa. Yang jadi masalah adalah tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan menimpa. Malahan Rasulullah SAW sendiri pun tidak diberitahu oleh Allah SWT. Sehingga timbul pertanyaan di diri kita masing-masing, kenapa Allah SWT merahasiakan masalah kematian ini  ?
Ada beberapa alasan yang bisa kita ambil dari dirahasiakannya kematian itu :



1. AGAR KITA TIDAK CINTA DUNIA

DR. Aidh Al-Qarni dalam sebuah bukunya Cambuk Hati berkata bahwa,
Dunia adalah jembatan akhirat. Oleh karena itu, seberangilah ia dan janganlah Anda menjadikannya sebagai tujuan. Tidaklah berakal orang yang membangun gedung-gedung di atas jembatan ”.

Al-Ghazali dalam bukunya Mutiara Ihya Ulumuddin menukil beberapa hadits mengenai masalah dunia dianataranya adalah:

Rasulullah SAW bersabda,
Dunia itu penjara bagi orang Mukmin dan surga bagi orang kafir ”.

Dan sabdanya pula,
Dunia itu terkutuk. Terkutuklah apa yang ada di dalamnya kecuali yang ditujukan kepada Allah.

Abu Musa Al-Asy’ari berkata bahwa Raulullah SAW bersabda,
Barangsiapa mencintai dunianya, niscaya ia akan membahayakan akhiratnya. Dan barangsiapa mencintai akhiratnya, niscaya ia akan membahayakan dunianya. Maka utamakanlah apa yang kekal daripada apa yang binasa.

Intinya adalah agar kita tidak cinta pada sesuatu yang pasti tiada. Jangan sampai ada makhluk, benda, harta, jabatan yang menjadi penghalang kita dari Allah SWT.

2. AGAR KITA TIDAK MENUNDA AMAL

Kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati. Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun, semua dirahasiakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita jangan sampai menunda-nunda ibadah, dan semua amal perbuatan baik yang akan kita lakukan, tobat yang kita lakukan, maaf yang kita ucapkan.

Syekh Ahmad Atailah dalam bukunya Mutu Manikan dari Kitab Al-Hikam mengatakan bahwa,
“ Penundaanmu untuk beramal karena menanti waktu senggang, adalah timbul dari hati yang bodoh. ”


Dan Syekh Ahmad Atailah juga memberikan tipsnya untuk mengatur waktu dalam kehidupan duniawi yang mana perlu diperhatikan hal-hal berikut:


1–Utamakan kehidupan akhirat, dan jadikan hidup di dunia sebagai jembatan menuju akhirat, dan jangan menunda waktu beramal.
2–Berpaculah dengan waktu, karena apabila salah menggunakan waktu, maka waktu itu akan memenggal kita. Artinya terputus seseorang dengan waktu terputus pula amal selanjutnya.
3–Mengejar dunia tidak akan ada habisnya, lepas satu datang pula lainnya. Amal yang tertunda karena habisnya waktu, akan melemahkan semangat untuk menjalankan ibadah. Akibatnya hilang pula wujud kita sebagai hamba Allah yang wajib beribadah.
4–Pergiatlah waktu beramal sebelum tibanya waktu ajal.
5–Perketat waktu ibadah sebelum datang waktu berserah.
6–Jangan menunda amal bakti sebelum datang waktu mati.
7–Aturlah waktu untuk beramal agar kelak tidak menyesal.


3. AGAR MENCEGAH MAKSIAT


Ibnu Bathal berkata: “Jihadnya seseorang atas dirinya adalah jihad yang lebih sempurna”.


Allah SWT berfirman, “Dan adapun orang yang takut pada kebesaran Tuhan-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya” (QS. An-Nazi’at (79): 40).


Jihad seseorang atas dirinya sendiri dapat berupa mencegah diri dari maksiat, mencegah diri dari apa yang syubhat dan mencegah diri dari memperbanyak syahwat (kesenangan) yang diperbolehkan karena ingin menikmatinya kelak di akhirat.


Meninggalkan maksiat adalah perjuangan, sedang keengganan meninggalkannya adalah pengingkaran. Maka, untuk menghindari maksiat, tidak lain dengan menemukan jalan keluarnya, dan satu-satunya jalan keluar adalah ketaatan dan menempatkan diri pada pergaulan yang dapat terhindar dari panggilan dan godaan hawa nafsu itu sendiri.


4. AGAR MENJADI ORANG YANG CERDAS


Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah yang merendahkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sementara orang bodoh adalah orang yang mengikuti diri pada hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan angan-angan kosong.”


Oleh karena itu, jadilah orang yang cerdas. Karena hanya orang yang cerdaslah yang tahu bagaimana mempersiapkan mati. Mereka tahu bagaimana merubah yang fana ini menjadi sesuatu yang kekal. Misalnya, bagaimana caranya gaji yang fana ini bisa berubah menjadi kekal? Maka caranya adalah dengan mengeluarkan sebagian atau semuanya kalau memungkinkan dari gaji itu untuk tabungan akhiratnya. Dan ini merupakan investasi kita untuk masa depan kita juga.

Sahabat-sahabat sekalian, kematian adalah sesuatu hal yang misterius yang hanya Allah saja yang tahu. Tinggal bagaimana diri kita dalam mempersiapkan diri ini untuk menghadapi kematian yang akan mendatangi kita.

”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali Imran (3): 102)

Wallahu A‘lam

Semoga Bermanfaat….

Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan
Read More ->>

Minggu, 03 Juni 2012

Kisah Seorang Siswi

Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.

Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???

Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah pemeriksaan.Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???

Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.

" Tolong buka tasnya anakku " , kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya.
" Berikan tasmu, wahai anakku ", kata pemeriksa itu dengan lembut.
Namun tiba-tiba dia berteriak keras: " tidak … tidak … tidak … "

Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit :
" berikan … tidak … berikan … tidak … "

Adakah rahasia yang dia sembunyikan ??? Dan apa yang sebenarnya terjadi ???

Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah (siswi) tersebut.

Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama. Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang.

Dan kepala sekolah pun bertanya, " apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku …? "

Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya ??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di dalam tasnya. Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab, setelah menarik nafas panjang.

Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk keluarga saya di rumah. Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi.

Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.

Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan
Read More ->>

Sabtu, 02 Juni 2012

Niat Sholat Fardhu


Niat berarti menyengaja untuk sholat, menghambakan diri kepada Allah Ta’ala semata, serta menguatkannya dalam hati.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 “Semua amal tergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapat (balasan) sesuai dengan niatnya.”
(HR. Bukhari, Muslim dan lain-lain. Baca Al Irwa’, hadits no. 22).


1. Niat Sholat Dzhuhur
اصلّى فرض الظّهراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى
Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu dzuhur empat raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala

2. Niat Sholat Ashar
اصلّى فرض العصراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى 
Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu ‘ashar empat raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.



3. Niat Sholat Maghrib
اصلّى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى 
Ushalli fardhal maghribi tsalaasa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu maghrib tiga raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.



4. Niat Sholat Isya'
اصلّى فرض العشاءاربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى
 Ushalli fardhash shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu shubuh dua raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan
Read More ->>

Rabu, 23 Mei 2012

Kisah Perempuan Miskin dan Sapi Kurus

Kisah nyata ini terjadi di salah sebuah daerah di Yaman. Kisah penderitaan dan kepahitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia. Semua orang marah, benci, dendam dan sedih. Dimana korban kebanyakan adalah anak-anak kecil tak berdosa yang menjadi korban muntahan peluru sehingga darah membasah bumi tanpa henti.

Tragedi dahsyat ini juga sampai juga ke telinga seorang perempuan tua yang hidup miskin di salah sebuah kampung di Yaman. Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih dan pilu sehingga berurai air mata. Lantas suatu hari, dia berusaha sekuat upaya untuk mencoba membantu sekadar semampunya. Kebetulan , ‘harta’ yang dia punya adalah seekor sapi tua, terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya.

Dengan semangat tinggi dan perasaan simpati amat sangat, dia berniat menyedekahkan Sapinya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah pergi ke salah sebuah masjid di Yaman sambil memegang sapi tunggal kesayangannya itu. Kebetulan hari itu Jumaat dan para jemaah sudah mengerumuni pekarangan masjid untuk melaksanakan ibadat tersebut.

Ketika itu, betapa ramai yang melihat dan memperhatikan perempuan tua nan miskin dengan sapinya yang berada di sisi luar masjid. Ada yang mengangguk, ada yang menggeleng kepala. Tak terkecuali ada juga yang tersenyum sinis, tertawa, mengejek melihat perempuan miskin yang setia berdiri di sisi sapinya. Masa berlalu, jemaah masjid walaupun khusyuk mendengar khutbah imam namun sesekali memperhatikan dua mahkhluk tuhan itu. Perempuan dan sapi itu masih di situ yang tanpa rasa malu atau segan diraut wajahnya.

Setelah imam turun dari mimbar, solat Jumaat kemudian dilakukan, biar dibakar terik mentari dan peluh menitis dan memercik di muka, perempuan dan sapi tua itu masih saja di situ. Segera setelah jemaah selesai solat dan berdoa, tiba-tiba perempuan itu dengan tergesa-gesa menarik sapi itu membawanya ke depan pintu masjid sambil menanti dengan penuh sabar tanpa mempedulikan jemaah yang keluar. Ramai juga orang yang tidak beranjak dan perasaan ingin tahu, apa yang bakal dilakukan oleh perempuan tua itu.

Tatkala imam masjid keluar, perempuan tua itu bingkas berkata :
Wahai imam, aku telah mendengar kisah sedih penduduk di Gaza. Aku seorang yang miskin tetapi aku bersimpati dan ingin membantu. Sudilah kau terima satu-satunya sapi yang ku punyai untuk dibawa ke Gaza, untuk di berikan kepada penduduk di sana.

Gaduh seketika orang yang berada di masjid itu. Imam kaget dengan permintaan perempuan itu namun keberatan untuk menerima. Ya, bagaimana membawa sapi tua itu ke Gaza? Kemudian para jemaah mulai bercakap-cakap. Ada yang mengatakan tindakan itu tidak munasabah apalagi sapi itu sudah tua dan tiada harga.
Tolonglah..bawalah sapi ini ke Gaza. Inilah saja yang aku punya. Aku ingin benar membantu mereka,”
Ulang perempuan yang tidak dikenali itu. Imam tadi masih keberatan.Masing-masing jemaah berkata-kata dan berbisik antara satu sama lain. Semua pandangan tertumpu kepada perempuan dan sapi tuanya itu. Mata perempuan tua yang miskin itu sudah mulai berkaca dan berair namun tetap tidak beranjak dan terus merenung ke arah imam tersebut. Sunyi seketika suasana.

Tiba-tiba muncul seorang jemaah lalu bersuara mencetuskan ide :
Tak mengapalah, biar aku beli sapi perempuan ini dengan harga 10,000 riyal dan bawa uang itu kemudian sedekahkanlah kepada penduduk di Gaza. "

Imam kemudian nampak setuju. Perempuan miskin tua itu kemudian menyeka air matanya yang sudah tumpah. Dia membisu namun sepertinya setuju dengan pendapat jemaah itu. Tiba-tiba bangkit pula seorang anak muda, memberi pandangan yang jauh lebih hebat lagi:
Bagaimana kalau kita rama-ramai membuat tawaran tertinggi sambil bersedekah untuk membeli sapi ini dan duit nya nanti diserahkan ke Gaza ?

Perempuan itu terkejut, termasuk imam itu juga. Rupa-rupanya cetusan anak muda ini diterima semua orang. Kemudian dalam beberapa menit para jemaah berebut-rebut menyedekahkan uang mereka untuk dikumpulkan dengan cara lelang tertinggi. Ada yang mulai menawar dari 10,000 ke 30,000 riyal dan berlanjutan untuk seketika. Suasana pekarangan masjid di Yaman itu menjadi riuh selama proses lelang sapi tersebut.

Akhirnya sapi tua, kurus dan tidak bermaya milik perempuan tua miskin itu dibeli dengan harga 500,000 riyal, setelah itu uang diserahkan kepada imam masjid, semua sepakat membuat keputusan itu, kemudian salah seorang jemaah berbicara kepada perempuan tua itu.
Kami telah melelang sapi kamu dan telah mengumpulkan uang sejumlah 500,000 riyal untuk membeli sapi itu. "
Akan tetapi kami telah sepakat, uang yang terkumpul tadi diserahkan kepada imam untuk disampaikan kepada penduduk Gaza dan sapi itu kami hadiahkan kembali kepada kamu,
Katanya sambil memperhatikan perempuan tua nan miskin itu yang kembali meneteskan air mata gembira.

Tanpa diduga, Allah mentakdirkan segalanya, niat perempuan miskin itu untuk membantu meringankan beban penderitaan penduduk Palestina akhirnya tercapai dan dipermudahkan sehingga terkumpul uang yang banyak tanpa kehilangan “harta” satu-satunya yang ada . Subhanallah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ وَ إِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ نِيَّاتِكُمْ

“ Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan amal-amal kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan niat kalian. ” (shahih Muslim dan lainnya)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“ Barangsiapa yg bersedekah (walau) sebesar kurma dari usaha yg baik, dan Allah tidak menerima kecuali yg baik, dan Sungguh Allah swt menerimanya dg sambutan hangat, lalu melipat gandakannya untuk orang itu seperti kalian mengasuh bayi yg disusuinya, hingga sebesar gunung ” (Shahih Bukhari)

Hikmah dari kisah ini adalah segala niat murni yang baik senantiasa mendapat perhitungan dan ganjaran Allah apalagi jika datang dari hati kecil seorang yang miskin yang mau membantu umat islam yang menderita akibat dizalimi rejim zionis israel, biarpun diri serba payah dan serba kekurangan. sesuai dengan Firman Allah Ta’ala,

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An Nisa’ [4] :114)

Semoga bermanfaat…….

(Kisah ini di ambil dari Timbalan Mursyidul Am PAS Dato’ Haron Din kepada Harakah daily melalui kisah nyata yang di terbitkan di sebuah majalah Arab)




Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan
Read More ->>

10 Seruan Bumi

Berkata Anas Bin Malik r. a;
" Sesungguhnya setiap hari bumi menyeru kepada manusia dengan sepuluh perkara " ;

1. Wahai anak Adam! Berjalanlah di atas perutku, tetapi ingatlah! Engkau akan dimasukkan ke dalamnya kelak.

2. Engkau melakukan maksiat di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan diazab di dalam perutku.

3. Engkau ketawa di atas perutku, tetapi ingatlah! Engkau akan menangis di dalam perutku.

4. Engkau bergembira di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan kecewa di dalam perutku.

5. Engkau mengumpul harta di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan menyesal di dalam perutku.

6. Engkau makan benda yang haram di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan dimakan oleh ulat di dalam perutku.

7. Engkau angkuh di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan dihina di dalam perutku.

8. Engkau berlari dengan riang di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan jatuh di dalam perutku dalam keadaan duka cita.

9. Engkau hidup di dunia bersiramkan cahaya matahari, bulan dan bintang di belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan tinggal dalam kegelapan di dalam perutku.

10. Engkau hidup di atas belakangku beramai-ramai, tetapi ingatlah! Engkau akan keseorangan di dalam perutku




Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan
Read More ->>

Selasa, 22 Mei 2012

Do'a Sebelum Makan




الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtana wa qinaa ‘adzaa-bannaari Bismillahirrahmaaniraahiimi.
Artinya :
Ya Allah berilah berkat bagi kami apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami, dan hindarilah kami dari azab neraka.




Hidup ini indah, jika kita bisa saling berbagi. Walaupun hanya sebuah tulisan
Read More ->>